Rabu, 16 Mei 2012

10.54 - No comments

Jadilah Pecinta al Quran

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda bahwa "barangsiapa yang di lubuk hatinya tidak ada sedikitpun al-quran maka ia seperti rumah yang runtuh"(HR.Tirmidzi). Itulah hadits yang membuat kita terdorong untuk menggauli al-Quran supaya tidak seperti rumah yang runtuh, rumah yang tidak bisa menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah yang tidak bisa menampung keluarga dikala gelap gulita, rumah yang sudah hilang fungsi rumahnya.
Menggauli al-Quran tentunya meliputi seluruh aspek menyangkut al-Quran, baik itu membacanya, mengartikanya, menghafalnya, maupun mengamalkan ajarannya.Sehingga diakhir cerita kita tidak menjadi rumah yang runtuh, tapi menjadi rumah yang kokoh dan indah, dengan kata lain kita menjadi “rumah idaman”.
Behubungan dengan menghafal al-quran sepertinya hal ini sangat perlu untuk diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari , dengan tidak memandang usia dan kesempatan, karena segala sesuatu tentunya didasarkan pada niat dan tekad yang kuat.Tidaklah perlu kita mengatakan, sudah tua-lah, sibuklah, bahkan yang sangat tidak pantas kita berkeyakinan bahwa hal itu adalah tugas para ahlinya atau tugas para hafidz yang pekerjaannya hanya menghafal al-quran.Sungguh sangat disayangkan apabila kita mampu menghafal berbagai rumus matematika, kimia, ataupun fisika, tetapi tidak memiliki keinginan untuk menghafal al-quran, bahkan alergi terhadap Al-quran.Padahal kita adalah orang islam bahkan sebgian besar kita adalah lahir dari orang tua yang islam.

Minggu, 01 April 2012

Cara Duduk Sholat 2 Rakaat


Postingan kali adalah sebuah permasalahan yang bergelayut dihati untuk sekian lama, Alhamdulillah Tercerah kan sudah seluruh tanda tanya tersebut...

Dan dapat menambahkan ilmu bagi para pembaca...

Semoga Allahu 'azza wa Jalla membalasi setiap waktu yang dihabiskan penulis (Abu Abdul Muhsin) dengan kebaikan yang banyak... 

barokallahu fiik...

Tulisan diawali dengan sebuah Pertanyaan;

"Manakah yang benar tatkala duduk tasyahhud terakhir sholat subuh, apakah dengan duduk tawarruk (yaitu  duduk dengan mengedepankan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan, dan tidak menduduki kaki kirinya) ataukah dengan duduk iftirosy(duduk dengan menghamparkan kaki kirinya dan duduk diatasnya serta menegakkan kaki kanan)?. Mohon penjelasannya ustadz.

Kamis, 15 Desember 2011

Pembatal-pembatal Keislaman


Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya perkara-perkara yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Berikut ini akan kami sebutkan sebagiannya:
1. Menyekutukan Allah (syirik).
Yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah. Misalnya berdo’a, memohon syafa’at, bertawakkal, beristighatsah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau untuk penghuni kubur, dengan keyakinan bahwa para sesembahan selain Allah itu dapat menolak bahaya atau dapat mendatangkan manfaat.

Bahaya Hadist Dhaif dan Maudhu'


Di antara bencana besar yang menimpa kaum Muslimin sejak abad-abad pertama ialah tersebar luasnya hadis-hadis Dha’if (lemah) dan Maudhu’ (palsu) di kalangan mereka. Tidak ada yang terkecuali temasuklah kalangan ulama kecuali segelintir yang dikehendaki Allah, di antaranya para imam hadis dan Nuqqaad (Para Pengkaji hadis) seperti Imam al-Bukhari, Ahmad, Ibn Ma’in, Abu Hatim ar-Razy dan ulama seperti mereka.
Penyebaran meluas hadis dhaif dan maudhu’ tersebut mengakibatkan banyak kesan negatif, di antaranya ada yang berkaitan masalah-masalah aqidah yang bersifat ghaib dan ada juga yang berkaitan perkara-perkara Tasyri’ (Syari’at).

Kamis, 01 Desember 2011

Puasa Asyyuro

Puasa Assyuro

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, setelah bulan Ramadhan[2].
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
- Puasa yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa ‘Aasyuura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dan memerintahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk melakukannya[3], dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaannya beliau bersabda,
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu“[4].

Senin, 31 Oktober 2011

Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi

Bismillah...

Tuntas bagi kami pribadi, saat ini dan “mungkin” sementara karena bisa jadi suatu saat kami mendapat tambahan informasi baru. Kami hanya ingin membagi kelegaan ini setalah berlama-lama berada dalam kebingungan pro-kontra imunisasi. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at. Apalagi kami sering mendapat pertanyaan karena kami pribadi berlatar belakang pendidikan kedokteran. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at inilah yang mengetuk hati kami untuk menelitinya lebih dalam. Karena prinsip seorang muslim adalah apa yang agama syari’atkan mengenai hal ini dan hal itu.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Adab-adab Ziarah Kubur

Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah pernah berkata, “Memuliakan mayit yang berada di kubur serupa dengan memuliakannya di rumah yang ditempati semasa hidupnya di dunia, karena kubur yang dia tempati saat ini telah menjadi kediaman (baru) baginya”[1].
Kita layak memperhatikan apa yang beliau katakan. Perkataan beliau tersebut menunjukkan seorang muslim meski telah wafat, berhak untuk mendapatkan perlakuan santun dari saudaranya yang masih hidup sebagaimana perlakuan tersebut ia dapatkan semasa hidupnya di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang santun dan sangat memperhatikan hak-hak sesama penganutnya, meskipun mereka tidak lagi hidup di dunia ini.
Faktor yang memperkuat kenyataan tersebut adalah Islam telah mengatur berbagai adab yang berkaitan dengan praktek ziarah kubur, setiap muslim sepatutnya memperhatikan berbagai adab tersebut. oleh karena itu, secara ringkas akan kami paparkan beberapa adab ziarah kubur yang dapat kami kumpulkan disertai dengan berbagai dalil dari al Qur-an dan sunnah nabi yang shahih diiringi dengan pernyataan para ulama. Berikut beberapa adab ziarah kubur yang berhasil kami kumpulkan.
Ikhlas dan Mengharapkan Pahala dari Ziarah Kubur yang akan Dilakukan